Tanya Jawab Pilihan

Ego Dapat Dilenyapkan Melalui Penyatuan Jati Diri
dengan yang Lebih Agung  
Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Malaga, Spanyol,
1 Oktober 2006, (Asal dalam bahasa Inggris)

T: Guru, kemarin pagi Anda mengatakan kepada kami bahwa kita harus lebih rendah hati dan melenyapkan rasa ego kita, dan saya memahami semua itu. Tetapi saya ingin tahu apakah Anda memiliki beberapa tips tentang bagaimana cara kita benar-benar melakukannya. Jika kita bekerja di dunia ini dan kita berada dalam situasi dimana ego selalu menampakkan diri di depan. Bagaimana cara untuk menekannya?

G: Sebenarnya, Anda tidak perlu berusaha terlalu keras. Hal ini akan muncul bersamaan dengan realisasi batin bahwa kita semua adalah satu; bahwa di masa lalu, kita mungkin pernah menyinggung perasaan seseorang, yang juga merupakan bagian dari kesatuan dari Diri kita. Karena itu, jika bagian khusus dari kebersamaan Diri kita itu ingin membetulkan dirinya, maka tidaklah masalah. Itu adalah Diri kita juga. Misalkan kemarin kalian menabrak batu dan berdarah di bagian tertentu dari tubuh kalian, setelah itu kalian mengobatinya, tetapi tidak tuntas. Lalu kalian pergi tidur dan melupakan semua itu. Tetapi pada keesokan paginya saat kalian bangun dan mata kalian melihat bagian tubuh yang masih memar dan berdarah itu, maka tangan yang lain menempelkan plester pembalut pada luka itu dan hal itu menyakitkan. Kadang obat antiseptik menimbulkan rasa nyeri; menyakiti kulit kalian, dan menyakiti luka kalian, namun obat itu menolong, dan setelah beberapa waktu, obat itu akan menyembuhkan luka kalian. Apakah kalian akan mempersalahkan tangan kiri kalian karena mengobati tangan kanan kalian dengan obat antiseptik yang memberi rasa sakit dan rasa nyeri itu? Tidak! Apakah kalian akan mempersalahkan mata yang menyaksikan seluruh tubuh dan memberitahu tangan untuk membantu? Tidak! Mata adalah saksi dari semua kehidupan kalian. Tangan adalah hukum karma yg bekerja melalui orang-orang yang berbeda untuk menetralkan kesalahan yang kita perbuat di masa lampau dan membuatnya lebih baik. Sekarang kalian paham? ( T: Ya, terima kasih.)

Baiklah, jangan mengeluh. Senantiasa tenang dan berusaha menerima segala situasi, atau berusaha membuatnya lebih baik di kemudian hari atau dengan cara diplomatis jika kalian bisa. Jika tidak, maka terima saja.

T: Hanya mengatasi sang pikiran?

G: Ya. Hal itu sangat sulit, tetapi paling tidak jika Anda berada dalam situasi itu lagi, Anda akan mengingat plester itu. Lebih mudah untuk mengingatnya jika saya memberikan contoh yang konkret. Dan semuanya itu berada di dalam alam semesta. Selain itu, bahkan jika kekuatan negatif menyerang Anda melalui orang itu, hal itu tidak akan mencelakakan Anda dengan cara apapun juga. Hal itu hanya akan menaikkan Anda. Hanya membuat Anda menjadi lebih agung. Hal itu bagaikan pupuk yang memperindah bunga mawar, bagaikan penggalian tanah dan penyiangan serta pemangkasan yang dilakukan oleh petani, hanya untuk memperindah bunga-bunga itu.