Kasih dalam Tindakan
China

 

Mengirimkan Kasih Ilahi dan Perhatian dari Guru ke Yunnan

Oleh Grup Berita Hong Kong (Asal dalam bahasa China)

 

Pada tanggal 3 Juni 2007, gempa bumi yang dahsyat dengan 6,4 skala Richter telah mengguncang Kabupaten Ling’er di Kota Pu’e, Propinsi Yunnan, China dengan jumlah pengungsi sebanyak 50.000 orang lebih. Setelah mendengar kabar ini, Maha Guru Ching Hai segera mengirim dana bantuan dan menginstruksikan rekan inisiat untuk membentuk upaya bantuan. Center Hong Kong menerima instruksi ini pada tanggal 28 Juni dan segera bergabung dengan rekan inisiat di China. Kami membentuk dua tim bantuan, tim yang pertama menuju ke wilayah yang paling hancur di Kabupaten Ling’er dan tim yang satunya lagi menuju ke wilayah yang lebih terpencil di Xishuangbanna.

Kabupaten Ling’er

Di Kabupaten Ling’er, kami menghubungi pemerintah lokal dan Palang Merah. Deputi Walikota Kabupaten dan Presiden Palang Merah setempat segera mengirimkan sebuah mobil jeep untuk mengantarkan kita melakukan survei lapangan ke lokasi yang terkena dampak paling parah, yaitu Desa Sanjia, Kotapraja Manlian. Rumah-rumah rusak parah, tetapi untung hanya ada beberapa korban. Kami membuat rencana malam itu juga, dan keesokan harinya membeli barang bantuan di tempat tersebut. Barang-barang yang dibeli mencakup beras, mie, minyak goreng, kacang, lembaran kembang tahu, bihun kacang hijau, garam, gula merah, permen, handuk, sabun, dan kertas toilet. Banyak kejadian menyentuh yang terjadi selama proses ini. Pemilik toko memberikan dukungan yang sangat besar, dan direktur Biro Urusan Sipil kabupaten yang mengurus amal, menawarkan bantuan yang sangat besar. Beliau mendukung setiap survei lapangan bersama kami dan menyediakan pengiriman dengan menerangkan kondisi setempat, lalu mengirimkan mobil jeep untuk membawa kami ke lokasi yang terkena dampak. 

Dalam waktu yang singkat, kami mengirimkan perbekalan darurat ke Kantor Kotapraja Manlian, dimana bantuan dibagikan dengan cara yang tertib kepada penduduk desa yang dengan sabar menunggu. Seorang penduduk desa yang sudah tua memegang tangan rekan inisiat dan berkata, “Ketika kami sedang makan dengan menggunakan mulut kami, kami akan memikirkan kalian dengan hati kami.”

Xishuangbanna

Setelah tiba di Kabupaten Menghai di Xishuangbanna, rekan inisiat mendekati pemimpin bantuan setempat untuk mengerti akan keadaan di sana. Dengan segera, Kepala Departemen yang terkait mengunjungi dan memberitahu kami bahwa Daluo, Xiding, dan Bulangshan terkena efek, akan tetapi Daluo menderita lebih parah. Dia kemudian berjanji untuk menemani kami melakukan survei lapangan keesokan harinya.

Ketika pagi tiba, empat rekan inisiat pergi ke Daluo dengan pejabat setempat, sementara dua grup lainnya menuju ke Xiding dan Menghun dengan mobil sewaan. Dituntun oleh kendaraan resmi, kami mengunjungi rumah tinggal, sekolah, dan rumah sakit di Menghun dan Mengzhe. Kami memperhatikan bahwa kondisinya lebih baik daripada di Ling’er. Kami menemukan bahwa Bulangshan adalah wilayah yang paling miskin di Xishuangbanna. Walaupun tidak menderita kerusakan yang parah akibat gempa bumi, akan tetapi Bulangshan berada di wilayah yang terkenal akan peredaran obat terlarang. Jadi kami berharap dapat menggunakan operasi bantuan ini untuk menyampaikan kasih dan perhatian Guru kepada penduduk setempat.  

Pada tanggal 6 Juli, dengan bantuan dari pemerintah kabupaten, rekan inisiat mengirimkan truk yang dipenuhi dengan beras, mie, minyak, garam, dan kebutuhan sehari-hari lainnya ke Bulangshan. Ketika kami mengetahui bahwa atap sekolah dasar setempat tidak utuh dikarenakan kekurangan dana, maka kami kemudian mengumpulkan sejumlah uang yang cukup dan memberikannya kepada deputi walikota untuk disampaikan kepada kepada desa.

Penutup

Tanggapan yang cepat oleh pihak pemerintah China dapat dilihat oleh semua rekan inisiat yang turut serta dalam upaya bantuan. Dalam beberapa jam setelah gempa, tentara yang ditempatkan di wilayah tersebut telah tiba untuk memberikan bantuan dan membagikan kebutuhan hidup sehari-hari kepada para korban. Di setiap kantor desa yang kami kunjungi, pejabat dari Urusan Sipil dan departemen lainnya ditempatkan di sana untuk mengamati kebutuhan para korban dan menyampaikan permintaan mereka. Dari pagi sampai senja, kami bisa melihat pejabat pemerintahan yang bekerja keras untuk membantu para korban. Mereka sangat bersahabat, terbuka, dan selalu menjawab pertanyaan kami. Selanjutnya, selama operasi bantuan kami, penguasa setempat mengirimkan kendaraan tentara untuk mengantarkan kami melakukan survei ke tempat-tempat di mana kendaraan lain tidak bisa menjangkau. Kami merasa sangat tersentuh dan terkesan oleh pengabdian mereka.

Berkah Guru telah mengatur segalanya sehingga memungkinkan kami untuk menyelesaikan misi bantuan ini dengan lancar. Kami berdoa agar Tuhan memberkati semua orang di wilayah yang terkena bencana, sehingga mereka bisa segera membangun kembali rumah mereka yang indah.

Pengeluaran oleh Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai
akan Bantuan yang Disampaikan kepada Korban Bencana di Propinsi Yunnan, China
 

Deskripsi

Jumlah (RMB)

Receipt No

Makanan: beras, minyak sayur, mie, tepung susu, lembaran kembang tahu, bihun kacang hijau, acar sayur, kacang, garam, gula merah, biskuit

Peralatan makan: mangkok, sumpit

Barang kesehatan pribadi: handuk, sabun, kertas toilet, sikat gigi, dan odol

Barang untuk anak-anak: buku gambar, tali lompat, kotak pensil, buku latihan, bola, pensil, rautan, papan tulis

43.395

Y1Y19

Dana konstruksi sekolah dasar (untuk  perbaikan atap)

1.100

X

Biaya transportasi

1.650

X

Total

RMB$46.145
(US$ 6
.101)

 

 

 

Upaya Penuh Kasih yang Berkesinambungan Melegakan Korban Banjir

Oleh inisiat di China (Asal dalam bahasa China)

Wilayah Chongqing

Setelah banjir besar yang melanda wilayah Yungyang di timur Kabupaten Chongqing dan Longchang di Propinsi Sichuan di awal bulan Juli, para anggota Asosiasi kami pada saat itu telah menyampaikan bantuan (untuk detilnya, silakan merujuk ke laporan di Majalah #187), hujan yang sangat deras turun lagi di wilayah Chongqing pada tanggal 17 Juli. Hal ini memicu banjir parah yang belum pernah terjadi sebelumnya selama 115 tahun dan telah mengakibatkan kehancuran yang luas terhadap 33 kota dan wilayah. Rekan inisiat di China melihat situasi ini dengan keprihatinan yang sangat besar, dan setelah kondisi jalan membaik, para anggota asosiasi dengan segera melakukan penyelidikan lapangan di wilayah yang terkena dampak paling parah.  

Berdasarkan hasil investigasi, pertama-tama kami pergi ke Kota Hebian di Bishan. Para korban di sana sangat membutuhkan selimut tebal dan pakaian. Kami membeli 110 selimut tebal dengan kain penutup, 200 potong kaus dan celana, kemudian mengirimkannya ke wilayah yang terkena bencana.

Setelah itu kami membeli 35 selimut tebal dan kain penutup, 80 potong kaus, 40 pasang celana, 120 kg gula, 60 kotak dupa nyamuk dan mengirimkannya ke komunitas pertama dan kedua di Chen Jia Qiao. Para korban yang sangat tersentuh berkata, “Hati kalian sangat baik!” Kalian bahkan memikirkan tentang gula dan dupa nyamuk!” Mereka berkata bahwa mereka akan menelepon stasiun televisi untuk melaporkan tindakan welas asih ini. Kami memberitahu mereka bahwa upaya ini adalah kumpulan kasih dari banyak orang, bukan dari uang yang disumbangkan oleh satu orang saja, dan jika mereka ingin berterima kasih, maka mereka dapat berterima kasih kepada Tuhan yang pengasih.

Propinsi Anhui

Tahun ini, Propinsi Anhui dilanda banjir besar yang jarang terjadi selama beberapa dekade. Sebagai upaya yang berkelanjutan dari upaya bantuan di Kabupaten Fengtai (untuk detilnya silakan merujuk ke laporan di Majalah #187). Pada akhir bulan Juli, rekan inisiat memulai upaya yang lain dengan menyumbangkan uang dan barang bantuan. Kami kemudian dengan cepat mengirimkan 2.500 kg beras, 1.200 kg minyak kedelai, 3.200 kg air yang dimurnikan, tahu kering yang berbumbu, acar pedas, mustard, pakaian, dan barang lainnya ke wilayah yang terkena dampak paling parah di wilayah Datong di Huaihan. Udara saat itu bekisar 38˚C dan kami mengunjungi empat wilayah yang tergenang tanpa henti. Melihat barang bantuan yang kami bawa, para korban sangat tersentuh. Beberapa dari mereka berulang-ulang mengatakan, “Kalian sungguh orang yang sangat baik.”

Hari sudah larut, dan kami pun pada akhirnya dapat menyelesaikan upaya pembagian. Walaupun kami sangat lelah bekerja di bawah temperatur udara yang sangat tinggi, akan tetapi semua rekan inisiat mengerti bahwa ini adalah sebuah kesempatan yang diberikan oleh Tuhan untuk mengembangkan cinta kasih kita dan mewujudkan kasih dalam tindakan.

Propinsi Henan

Sejak periode banjir dimulai, wilayah dekat Sungai Huai seperti Zuma Dian dan Xunyang rusak parah oleh hujan yang amat deras karena badai hujan yang tiba-tiba. Menuju akhir bulan Juli, kami pergi ke wilayah yang terkena dampak paling parah di Kota Zuma Dian dengan perhatian dari Guru yang penuh kasih dan doa dari rekan inisiat. Setelah mengetahui maksud kunjungan kami, kepala pemerintahan kotapraja sangat tersentuh dan menemani kami untuk memberikan bantuan kepada setiap keluarga yang terkena dampak parah di bawah matahari yang terik. Banyak korban bencana yang tersentuh sampai menangis. Menurut kepala kotapraja, kecuali untuk bantuan dari pemerintah, tidak ada kelompok lain yang pernah datang mengunjungi dan membantu korban di wilayah ini. Dia mengatakan, “Kalian adalah organisasi non pemerintah pertama yang datang dengan sukarela yang membawa kasih.”    

Kami menemukan bahwa di samping rumah yang roboh, banyak korban yang sakit parah. Bantuan pemerintah terutama difokuskan untuk mendistribusikan barang bantuan. Akan tetapi, para korban membutuhkan uang untuk berobat, membangun kembali rumah mereka, dan mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah. Oleh karenanya, kami memutuskan untuk memberikan dana bantuan kepada mereka. Secara total, kami membagikan uang RMB 12.900 dan 270 kg minyak sayur kepada 55 rumah tangga yang rusak paling parah di 17 desa. Kami berharap dapat menyampaikan kasih dan perhatian Guru kepada orang-orang yang paling membutuhkan.

Keesokan paginya, kami pergi ke Kabupaten Huaibin di Kota Xunang. Situasi di sana hampir sama dengan wilayah lainnya. Kami membagikan dana bantuan dengan jumlah total RMB 12.350 kepada 60 rumah tangga yang terkena bencana. Berikutnya, kami mengunjungi rumah jompo dan menyumbangkan RMB 5.000. Menjelang kepulangan kami, banyak orang tua yang keluar mengucapkan selamat jalan kepada kami dan enggan berpisah dengan kami.

Banjir yang sering terjadi di tahun-tahun terakhir ini telah membuat penduduk setempat menjadi lebih miskin. Selama operasi bantuan yang baru lewat, kami menemukan bahwa pemerintah telah memberikan upaya mereka yang terbaik untuk membantu dan melayani para korban dengan berbagai cara. Kami tahu bahwa Tuhan akan memberkati orang dan pemerintah di sana dengan membantu memulihkan komunitas mereka sehingga mereka dapat menjalani hidup yang bahagia sekali lagi!