Pakistan
Menyalurkan Bantuan Perbekalan dan Kasih
Tuhan ke Pakistan
Oleh Grup Berita Singapura dan Hong Kong (Asal dalam bahasa
Inggris)
Pada akhir Juni 2007, Badai Yemyin menyapu daerah pantai Pakistan dan menyebabkan banjir besar yang disertai kerusakan yang meluas terhadap perumahan. Ratusan ribu penduduk desa terlantar tanpa makanan dan tempat perlindungan. Prihatin terhadap kesedihan para korban badai, Guru kami yang penuh kasih mengirimkan bantuan dana sebesar 30.000 dolar AS untuk membantu usaha penyelamatan. Regu penyelamat Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai yang dibentuk oleh rekan inisiat Singapura dan Hong Kong tiba di Karachi, Pakistan pada tanggal 30 Juni. Regu penyelamat berkunjung ke daerah bencana untuk meneliti keadaan. Rumah-rumah dan harta kekayaan hancur semuanya. Penduduk desa memerlukan bantuan, terutama karena sebagian telah kehilangan pekerjaan mereka dan dililit hutang. Kondisi kesehatan yang buruk dan bahkan kekurangan gizi terdapat di mana mana. Tim kesehatan membeli obat dengan potongan harga yang besar dari pemilik toko obat di Karachi. Kami juga membeli satu kotak sabun batangan yang berbahan dasar tumbuhan yang dikenal ampuh untuk meringankan penyakit kulit. Kami mendirikan sebuah klinik di bawah pohon di Kota Gadab, dimana kami mengobati 120 pasien dan berkonsultasi bersama dengan seorang sukarelawan setempat, Dr. Khamiso. Selama beberapa hari berikutnya, atas saran tim penyelidik, tim medis diarahkan untuk pergi ke Kota Thatta dan Kota Sakro sekitar tiga jam dari Karachi. Konsultan lokal lainnya, Dr. M. Adam, menawarkan layanannya secara gratis, sementara para sukarelawan muda dari Karachi melayani resep obat bagi sekitar 130 pasien pada hari itu. Dua hari berikutnya, Dr Adam menata sebuah kelas menjadi klinik dan memberitahukan penduduk desa pada enam desa terdekat. Dengan bantuan Dr. Adam dan dua orang sukarelawan, Dr. Mumtaz Ali dan Dr. Niaz Ali secara bergiliran memberi konsultasi, dan kami telah merawat sekitar 500 pasien di Thatta. Klinik yang sama dibentuk di sebuah desa di Kota Sakro, dimana 200 penduduk desa dirawat dengan bantuan sukarelawan lain, Dr. Gham Nobi. Para anggota tim medis sangat berterima kasih kepada Guru tercinta atas kesempatan untuk melayani negera ini, di sana kami bertemu dengan banyak orang yang berhati suci yang telah berkorban untuk membantu misi kita. Meskipun menghadapi medan desa yang berat, akan tetapi kami sangat berterima kasih atas perhatian yang terus menerus dan pengaturan yang sempurna dari Guru. Hujan ringan terjadi beberapa kali, yang tidak lazim pada musim itu, dan hal ini membuat hubungan antar desa tidak terputus. Langit terus mendung pada kebanyakan waktu, dan melindungi semuanya dari panas yang luar biasa pada musim panas di Pakistan. Para dokter setempat sangat senang menggunakan persediaan obat dan vitamin yang diberikan oleh kami, karena mereka kekurangan pasokan obat dan kebanyakan penduduk desa tidak mampu membayar perawatan medis. Penduduk desa di daerah yang jauh juga senang menerima perawatan dan selebaran Cara Hidup Alternatif dalam bahasa setempat mereka. Para pemimpin Agama Islam datang dan berterima kasih kepada Guru karena telah membantu penduduk setempat.
Regu penyelamat juga membeli makanan seperti tepung terigu, beras, polong-polongan, minyak, biskuit, dan susu bubuk di Karachi dan membagikannya kepada penduduk di Kota Gadab, Thatta, dan Sakro. Penduduk desa sangat berterima kasih kepada Asosiasi kami dan Guru atas perbekalan yang darurat. Regu penyelamat kemudian meneruskan perjalanan ke Keti Bandar, daerah yang paling parah terkena bencana, di sana kami membagikan persediaan makanan kepada penduduk desa yang sangat membutuhkan makanan. Kami juga mengirim perbekalan ke beberapa pulau yang terdekat maupun yang terjauh yang berjarak empat jam perjalanan melalui angkutan kapal yang diatur oleh World Wide Fund – Pakistan. Dengan berkah Allah dan Tuhan, regu
penyelamat bertemu dengan sejumlah sukarelawan Pakistan yang membuat usaha
bantuan kami berjalan dengan lancar.
Regu penyelamat bersama Organisasi Non Pemerintah setempat dan para sukarelawan setempat
|
|||||||||||||||||||||||||||