Teknologi Zaman Keemasan
 

 

Sumber Daya Nirkabel

Oleh saudara inisiat Guo, Michigan, AS (Asal dalam bahasa Inggris)

 

Pernahkah Anda membayangkan mengisi kembali baterai telepon selular, MP3, PDA, atau bahkan komputer laptop Anda tanpa menghubungkannya ke dalam sebuah sumber daya, tetapi dapat mengisi kembali baterainya dari jarak jauh?  Hal ini mungkin akan segera menjadi kenyataan berkat percobaan baru-baru ini yang dilakukan oleh para ilmuwan di Institut Tehnologi Massachusetts (MIT).

Lampu pijar 60W dinyalakan dari jarak 2m dari koil yang memberi energi yang berasal dari stop kontak dinding. Perhatikan penghalang yang ditempatkan di antara dua koil tersebut

Pemindahan energi nirkabel didasarkan pada sebuah fenomena fisik terkenal yang disebut resonansi -- energi yang dapat dipindahkan di antara dua obyek ketika mereka dihubungkan ke dalam frekuensi yang sama. Dalam kenyataannya, gagasan dasar dari pemindahan energi elektrik yang menggunakan gelombang elektromagnetik berfrekuensi tinggi ini telah disarankan pada abad ke-19 oleh penemu besar Amerika, Nikola Tesla.

Terlepas dari efek resonansi tersebut, tim MIT mempergunakan dua efek lainnya untuk mendemonstrasikan pemindahan energi yang efisien. Yang pertama mereka menggunakan apa yang disebut dengan “efek medan dekat” dari sebuah sumber yang dapat membangkitkan gelombang elektromagnetik frekuensi radio. Akan tetapi, tidak seperti stasiun radio yang mengirimkan informasi dan membawa gelombang elektromagnetik jarak jauh untuk menjangkau banyak pendengar. Koil yang digunakan oleh ilmuwan MIT dapat menghantarkan energi elektromagnetik hanya untuk koil terdekat, dan dengan begitu maka membuat pemindahan energi mejadi lebih efisien dan langsung. Cara kedua adalah menggunakan resonansi magnetik, karena manusia dan kebanyakan alat yang dipakai sehari-hari seperti peralatan elektronik, perabotan kayu, dan obyek metalik biasanya mempunyai tanggapan yang dapat diabaikan terhadap medan magnet. Maka dari itu, pemindahan energi tersebut tidak terpengaruh oleh obyek-obyek ini. Sebagaimana yang ditunjukan dalam percobaan mereka, bahkan dengan papan kayu yang ditempatkan di antara kedua koil resonan itu, lampu pijar pada sisi yang berlawanan dari sumber energi masih menyala dengan kondisi terang yang sama.

Jadi apa potensi penerapannya? Para ilmuwan berpikir bahwa sangatlah mungkin untuk membuat koil penerima yang cukup kecil yang cocok untuk peralatan-peralatan portabel tanpa mengurangi efisiensi pemindahan daya. Suatu hari nanti kita mungkin tidak perlu membawa banyak pengisi daya untuk peralatan elektronik kita yang beraneka ragam.

Suatu hari nanti, mobil-mobil kita bahkan mungkin dijalankan oleh energi yang datang dari koil-koil yang ditempatkan di bawah jalan tol!  Hal ini kelak dapat memangkas konsumsi bahan bakar fosil dan produksi CO2 di seluruh dunia secara berarti. Apakah ini sebuah impian kosong? Tidak bagi mereka yang telah berkecimpung dengan aplikasi-aplikasi menarik semacam itu dan yang mempunyai kemauan kuat untuk meneliti cara pemindahan energi secara nirkabel yang baru ini.

1. Sumber daya dari antena utama, terbuat dari tembaga
2. Antena beresonansi pada frekuensi 6,4 MHz dapat memancarkan gelombang elektromagnetik
3. ‘Ekor’ energi dari antena ‘mengalir lewat terowongan’ hingga 5m (16,4 kaki)
4. Listrik ditangkap oleh antena laptop, yang juga harus beresonansi 6,4 MHz. Energi dipergunakan untuk mengisi kembali baterai peralatan
5. Energi yang tidak ditransfer ke laptop diserap kembali oleh antena sumber.  Orang/obyek lain tidak terpengaruh karena mereka tidak beresonansi pada 6,4MHz