Pada tanggal 22 dan 23 April, Tahun Emas ke 3 (2006), para inisiat Center Tokyo menghadiri ‘Perayaan Hari Bumi’ untuk pertama kalinya. Tema perayaan kali ini adalah untuk berterima kasih kepada Ibu Pertiwi dan juga untuk melindungi planet kita yang indah. Sejak dimulainya perayaan ini untuk pertama kalinya di Amerika Serikat pada tahun 1970, perayaan ini telah berkembang menjadi hari lingkungan yang paling besar di dunia dengan 184 negara dan wilayah merayakannya pada saat yang sama. Sebagai bagian dari acara dunia ini, ‘Hari Bumi Tokyo 2006’ dirayakan di Taman Yoyogo di Tokyo. Selain pertunjukan di panggung , terdapat 250 buah stan yang didirikan oleh berbagai organisasi, seperti misalnya; asosiasi pelindung hewan, kelompok lingkungan, warung Fair Trade (Perdagangan Adil), warung organik, dan restoran vegetarian. Setiap orang datang dengan kepedulian yang sama terhadap lingkungan bumi dan cita-cita yang sama, yaitu hidup bersama dengan damai dengan penghuni lain di bumi. Pengunjung pada umumnya adalah kaum muda. Dalam dua hari, jumlah pengunjung mencapai 100.000 orang. Para inisiat Center Tokyo dengan senang menggunakan kesempatan ini untuk berbagi brosur “Cara Hidup Alternatif” dengan khalayak ramai. Sebelum acara ini dan tepat pada waktunya, perusahaan percetakan mengirim 500.000 lembar brosur. Untuk memperkenalkan makanan vegetarian, para inisiat dari Center Tokyo memesan segala macam kue dari restoran vegetarian milik salah seorang inisiat. Mereka juga mempersiapkan produk untuk dijual di stan seperti misalnya mi instan vegetarian, bahan makanan vegetarian dari kacang kedelai, dan teh organik. Beberapa inisiat mengenakan kostum sapi dan penguin dan membagikan brosur di sekitar stan. Yang lainnya pergi ke taman dan perumahan terdekat serta stasiun kereta api.
Pada hari pertama cuaca hangat dan cerah. Banyak pengunjung membawa hewan peliharaan mereka pada acara tersebut. Seorang inisiat membawa Takuma, seekor anjing berusia 9 bulan dari jenis Labrador Pencari. Takuma mengenakan kaus bertuliskan “Saya anjing yang bervegetarian” untuk berbagi pesan tentang welas asih kepada semua makhluk. Takuma telah diselamatkan ketika ia hampir saja dibawa ke penampungan hewan untuk dibunuh. Oleh karena itu, ia ingin memberitahukan sesama hewan berkaki empat yang lain dan juga para pemiliknya tentang pentingnya bervegetarian sehingga hewan lain tidak perlu kehilangan nyawanya. Takuma telah melakukan pekerjaannya secara luar biasa dengan menarik banyak pengunjung ke stan. Setelah melihat Takuma, seorang pria muda berkomentar: “Saya ingin menjadi vegetarian tetapi tidak bisa menjalaninya. Saya dikalahkan seekor anjing.” Banyak orang mengajukan pertanyaan seperti: “Saya seorang vegetarian, tetapi bisakah anjing saya menjadi terbiasa dengan makanan seperti ini juga?” atau “Di mana kami bisa membeli makanan anjing vegetarian?” Seorang dokter hewan berkata: “Saya selalu merasa bahwa memberikan makanan vegetarian pada anjing yang sakit, sangatlah bagus, tetapi sangat sulit meyakinkan pemiliknya untuk melakukan hal tersebut. Mulai hari ini saya akan meluangkan lebih banyak waktu untuk mempelajari tentang hal ini.
|
||||||||||||