Laporan Gabungan oleh Grup Berita Taoyuan , Formosa (Asal dalam bahasa Cina)Dalam usaha untuk menyebarkan kasih Tuhan ke setiap pelosok dunia, rekan-rekan inisiat di Formosa bepergian ke India untuk berbagi pesan Tuhan tentang Cara Hidup Alternatif bersama dengan saudara dan saudari di sana. Sebagai salah satu dari empat peradaban masa lampau dan negara dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, India adalah rumah untuk satu miliar orang yang berbicara sekitar seratus dialek dan menikmati warisan kebudayaan dan spiritual yang kaya. Pada tanggal 19 April Tahun Emas 3 (2006), 22 orang rekan sepelatihan dari Formosa tiba di Bandara Delhi pada tengah malam dan diterima dengan hangat oleh inisiat setempat. Seorang rekan sepelatihan dari Jerman juga bergabung dengan kelompok kami. Sebelum perjalanan ini, kami telah menghubungi rekan-rekan sepelatihan di India untuk membuat rencana-rencana dan menentukan daerah pembagian brosur, termasuk Delhi di bagian utara dan Mumbai di bagian barat. Sebuah Perjalanan dengan semangat tinggi ke Delhi
Ibu kota India, New Delhi, memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dan merupakan tempat yang sangat cocok untuk menjangkau orang-orang. Pada pagi hari tanggal 20 April, setelah meditasi bersama, kami dan inisiat setempat membuat rencana untuk mengadakan pembagian brosur Cara Hidup Alternatif secara besar-besaran dalam bahasa Hindi dan bahasa Inggris di daerah timur laut, tenggara, dan barat daya Delhi. Target utama adalah tempat-tempat yang ramai seperti bandara, sekolah, pasar, toserba, terminal bus, daerah pusat kota, bank, persimpangan jalan besar, pusat-pusat masyarakat dan tempat bazar. Orang India mempunyai sifat sederhana dan terus terang. Mereka terkesan mendapati orang-orang asing di negara mereka demi mengingatkan mereka untuk menjadi vegetarian. Banyak dari mereka yang menerima brosur dengan mata terbelalak, tetapi melihat ke belakang dan menganggukkan rasa terima kasih. Sejumlah orang mendatangi kami untuk meminta brosur dan banyak vegetarian setempat menawarkan dukungan dan memberikan semangat mereka. Kami bertemu dengan sekelompok kawan-kawan yang bervegetarian di Taman Gandhi yang menyambut kami dengan hangat. Mengetahui bahwa kami datang jauh-jauh dari Formosa, mereka memberikan pujian penuh kepada kelompok kami. Mereka membahas dengan kami tentang latihan spiritual dan menyatakan keinginan mereka untuk bertemu kami lagi. Seorang wanita India yang tersentuh oleh perbuatan yang welah asih, memeluk dengan kasih dan mencium saudari yang sedang menyebarkan brosur, memandang saudari tersebut dengan penuh rasa terima kasih. Karena halangan bahasa, wanita itu tidak banyak berkata meskipun dia terlihat ingin mengutarakan banyak hal. Akhirnya, dia mengucapkan “Saya mengasihi Anda!” sebelum berlalu dengan perlahan. Lebih dari empat puluh ribu lembar brosur telah dibagikan di Delhi pada hari pertama. Tanggapan yang sedemikian hangat terhadap tindakan kasih ini, memberi semangat kepada kami untuk segera memberitahukan rekan-rekan inisiat di Mumbai untuk mencetak tambahan brosur sebanyak empat puluh ribu.
Kasih Bersemi di MumbaiTerkenal sebagai Pintu Gerbang India, Mumbai memiliki pelabuhan terbesar di negara ini dan pusat transportasi utama. Karena itu, kota metropolitan ini menjadi tujuan tim distribusi kami dari Formosa. Kami tiba di Mumbai sangat larut malam pada tanggal 21 April. Keesokan harinya, dengan bantuan rekan sepelatihan setempat, kami secara ajaib menemukan sebuah hotel vegetarian baru yang belum buka secara resmi untuk umum. Pemilik hotel mengatakan bahwa hotelnya hanya akan menampung pemondok yang vegetarian, dan dia menerima tim kami dengan rasa senang dan kasih ketika dia mengetahui bahwa kami datang dari Formosa untuk mempromosikan vegetarian. Kami sangat berterima kasih bahwa Tuhan telah mengatur tempat yang begitu cocok bagi kami untuk memulihkan tenaga dalam lingkungan yang tenteram dan tenang.
Pada hari pertama pembagian, sebuah peristiwa yang tidak terlupakan terjadi di Stasiun Bandra. Sebuah kereta baru saja tiba ke stasiun dan kami dengan cepat mengambil kesempatan untuk membagikan brosur kepada arus orang yang sangat besar. Tiba-tiba manajer stasiun berjalan dengan ekspresi yang sangat muram. Dia bertanya apakah yang kami lakukan dan hampir meminta kami untuk pergi. Tetapi, setelah rekan sepelatihan setempat menjelaskan misi kami secara rinci, dia mengubah sikapnya dan berkata dengan keramahan yang hangat: “Formosa adalah negara yang penuh welas asih. Orang India secara berangsur-angsur telah mengabaikan kehidupan spiritual mereka, dan sudah saatnya seseorang datang untuk mengingatkan kami!” Mumbai memiliki populasi vegetarian yang lebih besar dari yang kami harapkan, dan tim pembagian kami sering menerima pujian panjang dari orang-orang setempat. Sering kali kami tidak dapat berkomunikasi dengan mereka dikarenakan perbedaan bahasa dan hanya dapat berinteraksi dengan mengangguk, tersenyum, dan menangkupkan telapak tangan kami secara bersamaan. Kami senang melihat bahwa hanya ada sedikit kios daging di pasar tradisional atau bazar. Sebagian besar menjual sayuran, buah, dan rempah-rempah (bumbu dapur). Selama waktu istirahat dalam jadwal pembagian, tim kami menemukan ide-ide baru untuk promosi. Sebagai contoh, membawa poster yang besar di badan kita sebagai sebuah poster bergerak akan menarik pejalan kaki untuk mendekat dan membaca isinya. Belajar mengucapkan salam dalam bahasa setempat, seperti, “Apa kabar,” “Selamat Pagi,” “Selamat Malam”, dan “Terima kasih banyak” sering membuat penduduk setempat menjadi tertarik, dan karenanya menghasilkan efek iklan yang baik. Pengemudi kami tersentuh dan terpengaruh oleh ketulusan dan sikap kerja kami. Setelah menempatkan mobil, dia dengan sukarela menyiapkan poster yang sangat besar dan membagikan brosur. Dalam suasana yang penuh kasih ini, lebih dari enam puluh ribu lembar brosur dibagikan di Mumbai.
Kesimpulan:
Setelah membagikan 110.000 lembar brosur dalam empat sampai lima hari,
rekan-rekan sepelatihan dari Formosa merasakan bahwa sebuah kekuatan
yang ajaib telah memberkahi dan melindungi mereka selama perjalanan ini.
Kadang-kadang mereka tidak sempat makan dan hanya makan satu kali dalam
sehari, tetapi sepanjang masih memiliki brosur di tangan, mereka akan
segera merasa bersemangat dan kembali bertenaga. Hal ini dikarenakan
berkah dari kekuatan Tuhan yang Maha Kuasa.
|
|||||||||||||