Kasih dalam TIndakan

 

Kasih Tuhan Meliputi Panti Peduli Tunawisma

  Oleh Grup Berita Taipei (Asal dalam bahasa Cina)

Langit biru cerah menandai berakhirnya hari-hari yang basah dan mendung di bulan Mei yang penuh hujan. Para rekan sepelatihan dari Center Taipei Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai sekali lagi mengunjungi Panti Peduli Tunawisma, sebuah tempat penampungan untuk para tunawisma di Linkou, Kota Taipei, untuk menyampaikan kasih mereka kepada orang-orang jalanan sebelum tibanya Hari Ibu, dan untuk menyelenggarakan sebuah seminar peningkatan rohani tentang ‘Cara Hidup Alternatif.’

Uang sumbangan dari Guru telah memungkinkan bagi Panti Peduli Tunawisma itu untuk memperbaiki asrama mereka. Panti itu sekarang terlihat bagaikan sebuah bangunan yang baru. (Silakan lihat Majalah Berita #163 untuk rinciannya.)  Rekan-rekan sepelatihan disambut oleh Direktur Huang Mei-ying - mantan direktur Asosiasi Sukarelawan Kota Taipei. Huang menyatakan rasa terima kasihnya kepada Maha Guru Ching Hai dan rekan-rekan sepelatihan dari Asosiasi atas kepedulian serta dukungan yang penuh kasih mereka pada tahun sebelumnya dalam menyediakan bantuan materi dan makanan rohani yang tepat waktu bagi orang-orang jalanan. Dengan demikian, pembangunan proyek serta fasilitas lain dari tempat penampungan itu juga dapat berjalan lebih cepat.

Saat menerima barang-barang sumbangan dari Center Taipei kali ini, Direktur Huang berkata bahwa saat dia mengetahui tempat penampungan ini kehabisan beras, pikirannya langsung teringat akan rekan-rekan sepelatihan dari Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai. Dia hanya perlu menelepon dan dalam waktu tiga hari dia menerima 1000 kg beras, 6 karton kecap, dan makanan vegetarian lezat yang dipersiapkan secara menarik oleh rekan-rekan sepelatihan dari Taipei. Bantuan penuh kasih yang tepat waktu ini telah mengatasi situasi sulit yang dialami tempat penampungan itu, dan karenanya dia sangat berterima kasih kepada Guru serta para saudara dan saudari dari Asosiasi.

Bapak Zeng, seorang pekerja sosial, sangat terkesan atas keefisienan kelompok Quan Yin, atas kepedulian mereka yang tak kunjung padam terhadap orang-orang yang kurang mampu, dan koordinasi mereka yang luar biasa dalam merampungkan tugas. Dia sangat berterima kasih kepada rekan-rekan sepelatihan atas usaha dan kasih mereka dalam menyampaikan bantuan materi kepada orang-orang yang sangat membutuhkannya. Dia berkata bahwa saat tempat penampungan itu berada dalam keadaan menyedihkan, para rekan sepelatihan telah membantu mereka memperbaiki tempat itu, mengolah tanah pertanian, dan memberikan bimbingan teknis untuk mengembangkan pertanian organik. Hal ini telah memberi mereka rasa percaya diri akan masa depan dan harapan untuk mengembangkan sebuah pertanian organik swasembada. Bantuan yang positif dan sukses ini telah membantu para penghuni Rumah Peduli Tunawisma tersebut untuk mengembangkan bakat dan keterampilan mereka agar dapat berdikari.

Di siang hari itu, rekan-rekan sepelatihan menyiapkan makan siang vegetarian yang mewah, dan menikmatinya di luar bersama para penghuni, berbincang-bincang dan berbagi kasih Guru dengan mereka. Banyak penghuni yang menjadi terbiasa dengan makanan lezat itu serta sikap ramah dari para rekan sepelatihan sementara mereka teringat akan makan malam yang telah mereka nikmati bersama di malam Tahun Baru sebelumnya. Direktur Huang dan Juru Masak Lin berencana untuk menyajikan makanan vegetarian murni kepada para penghuni selama sepuluh hari setiap bulan. Hal ini sangat mengobarkan semangat para rekan sepelatihan yang dengan penuh pengertian telah membawa banyak bahan makanan vegetarian ekstra untuk membantu terwujudnya rencana impian mereka secepat mungkin.

Di sore hari, beberapa penghuni yang berjalan dengan tongkat turut menghadiri acara seminar di lantai dua. Rekan-rekan sepelatihan sangatlah tersentuh akan kesungguhan hati mereka. Selama seminar ‘Cara Hidup Alternatif’ ini, para penghuni menonton video "Berjalan di Jalur Kasih" serta beberapa cuplikan dari DVD "Pahlawan Sejati" dengan penuh perhatian. Mereka juga mendengarkan penjelasan rekan–rekan sepelatihan tentang Guru dan mengapa orang sebaiknya menjadi vegetarian. Kemudian, dipimpin oleh Direktur Huang, sekelompok orang, termasuk Bapak Zeng, Juru Masak Lin, dan sekitar dua puluh orang penghuni panti tersebut mempelajari Metode Kemudahan. Setelah bermeditasi, Juru Masak Lin terkagum-kagum akan Metode Quan Yin yang luar biasa. Seorang penghuni yang dulunya adalah seorang pemimpin gerombolan berkata bahwa dia dapat merasakan arus panas yang mengalir di sekujur tubuhnya. Bapak Zeng juga merasa sangat nyaman dan memberitahu seorang saudari inisiat: "Kami akan menyusun waktu agar kami dapat bermeditasi kelompok bersama." Jiwa-jiwa terbangun ini telah memulai perjalanan "Pulang" mereka. Seorang penghuni yang keluar untuk berobat tidak dapat mengikuti sesi ajaran meditasi, tapi dengan mantap dia berkata bahwa dia akan belajar Metode Kemudahan pada kesempatan berikutnya.

Selain hadiah rohani yang eksklusif ini, para penghuni juga menerima kue vegetarian, permen, biskuit, dan sekantong besar makanan berkah yang telah terisi oleh kasih Guru. Mereka semua sangat menikmati hari yang sangat berbahagia ini! Salah seorang penghuni, Bapak Lin, tergerak hatinya oleh kasih dan kunjungan kehormatan itu. Ia meminta alamat Center Hsihu dan Center Taipei agar ia dapat mengikuti meditasi kelompok di sana.

Dengan berkah Guru, rekan-rekan sepelatihan bekerja dengan sangat antusias dalam kelompok, merencanakan dan bekerja sama untuk membantu para penghuni yang sedang berada dalam pertengahan  jalan pulang ke rumah ini, untuk mencapai kepuasan di dalam tubuh, pikiran, dan jiwa. Metode Kemudahan telah mengangkat jiwa mereka dan membuat mereka mengalami mukjizat serta kebahagiaan. 

 

Beritahu teman tentang artikel ini Beritahu teman tentang artikel ini