Laporan Utama - Menemani Anak-Anak Tuhan untuk Tumbuh Dewasa


Kasih Tuhan Menemani Kita
dalam Garis Awal Hidup Kita

Diceritakan oleh Saudari-inisiat Liu dan Saudara-inisiat Yang
dari Taipei, Formosa
Dikumpulkan dan ditulis oleh Grup Berita Taipei (Asal  dalam bahasa Cina)

Saudara-inisiat Yang sekarang berumur 22 tahun, dan dia mengenang bagaimana dia telah berhasil menerima inisiasi pada saat berumur 6 tahun dan bersyukur atas tekadnya yang bulat. Suatu kali, di Center Hsihu, seorang rekan sepelatihan muda secara tidak sengaja memukul hidungnya dengan raket badminton yang mengakibatkan luka memar yang sangat parah. Dia sangat khawatir jika ayah serta neneknya mengetahui hal itu dan mereka akan melarangnya untuk pergi ke Center Hsihu lagi. Karena itu, dalam perjalanan pulang dia menutup matanya dan di dalam mobil dia berdoa dengan penuh ketulusan kepada Guru. Secara ajaib, pada saat dia sampai ke rumah, semua memar yang merah dan bengkak itu telah menghilang! Di waktu yang lain, dokter keluarga mereka mengatakan kepada Saudara Yang dan pada ibunya bahwa terdapat nanah pada akar giginya, yang akan mengakibatkan dia kehilangan gigi, menyebabkan sakit yang sangat dan amat sulit untuk disembuhkan. Tetapi, Saudara Yang menahan rasa sakit itu dan pergi ke Hsihu seperti biasanya. Pada saat Guru melihatnya, Dia secara alami menyentuh pipi saudara Yang, dan kemudian secara ajaib rasa sakit itu lenyap! Kemudian, di kala dokter memeriksanya kembali, nanah itu juga telah lenyap! Pada saat itu, Saudara Yang tahu dengan amat jelas bahwa itu semua adalah karena kebesaran dan berkah dari daya kuasa Guru. Sejak saat itu, setiap kali dia menjumpai kesulitan apa pun, dia akan selalu berdoa kepada Guru untuk memberinya pengaturan yang terbaik.

Dalam proses pertumbuhannya, dia digoda oleh teman-teman sebaya yang memiliki nilai moral yang jauh berbeda dengannya. Dia harus bergulat melawan rasa keingintahuannya yang sangat kuat, dan juga bingung. Akhirnya, dengan serius dia berkata kepada ibunya bahwa dia ingin mencoba mengisap rokok. Tak disangka-sangka, Saudari-inisiat Liu (ibunya) dengan amat tegas mengizinkan hal itu: “Bagus! Mama akan mencobanya juga bersamamu.” Saudari Liu kemudian membeli sebungkus rokok yang dibuat khusus untuk orang-orang yang ingin berhenti merokok, dan memberi Saudara Yang sebatang. Yang hanya mengisap sekali saja dan kewalahan oleh bau tembakau yang sangat kuat. Dia mengatakan kepada ibunya, “Rokok rasanya sangat tidak enak. Bagaimana bisa sampai begitu banyak orang yang ingin mengisap rokok dan membahayakan diri mereka sendiri?” Sejak saat itu, dia tidak pernah menyentuh rokok, dan bahkan berhasil mengajak teman kelasnya di sekolah lanjutan atas untuk berhenti merokok.

Di tahun ke-15 dari latihan spiritualnya, dengan rahmat dari kasih Guru, nenek beserta ayahnya telah menjadi vegetarian, dan perjalanan spiritualnya sendiri juga penuh dengan hasil yang gemilang!

 

 <<
Beritahu teman tentang artikel ini Beritahu teman tentang artikel ini