Laporan Utama - Menemani Anak-Anak Tuhan untuk Tumbuh Dewasa
Hormatilah Anak-Anak dan Jadilah Sahabat Mereka
Oleh Saudari LiangLiang, Nantou, Formosa (Asal dalam
bahasa Cina)
Dengan berlalunya waktu, barulah saya menyadari
secara mendalam bahwa dibutuhkan kesabaran dan kerelaan yang besar
untuk mendengarkan agar dapat mendidik anak-anak. Ditinjau dari
umurnya, anak saya cepat menjadi dewasa dari segi mental, dan sangatlah
penuh pengertian. Saya pikir ini disebabkan oleh hubungan yang
terus-menerus dengan ajaran Guru sejak dia masih berupa janin. Suasana
hatinya sangat terkendali dengan baik. Sebaliknya, sayalah yang perlu
melakukan banyak introspeksi dan memperbaiki diri. Sering kali, saya
memaksakan keinginan saya terhadapnya. Meskipun tidak bersedia
menurutinya, dia tetap berusaha untuk bekerja sama dengan saya.
Kemudian, secara berangsur-angsur saya menyadari bahwa sebenarnya dia
memiliki pendapat sendiri. Apa yang perlu saya lakukan hanyalah untuk
memahaminya dan memberikan saran yang tepat, dan kemudian dia akan
dengan senang hati menerima saran tersebut.
Suatu saat, saya menjumpai sebuah masalah selama
membesarkannya ketika suatu kali dia mengaku pada saya bahwa dia
tidaklah suka bermeditasi. Saat mendengarkan hal itu, saya sangat marah
dan terkejut. Tetapi, saya tidak menyalahkan dia karena saya merasa
bahwa masalah itu berasal dari saya. Meskipun dia menerima inisiasi
sejak kecil dan selalu bermeditasi dengan kami, dia hanya memahami
sedikit saja tentang ajaran Guru. Dia hanya tahu bermeditasi, tetapi
tidaklah mengetahui apa alasan di balik itu. Hal ini mengingatkan saya
untuk tidak menganggap bahwa sudah semestinyalah apa pun yang kita
pikir sebagai yang terbaik, akan diterima dengan mudah oleh orang-orang
yang kita cintai karena mereka juga membutuhkan waktu untuk
mempelajarinya. Setelah itu, saya mulai menjelaskan tentang ajaran
Guru, logika di balik latihan spiritual dan konsep vegetarian sebelum
waktu tidurnya tiba. Saya berusaha menolongnya untuk memahami bahwa
latihan spiritual adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup.
Sekarang, kapan pun anak saya memiliki pertanyaan
atau menjumpai kesulitan, saya pertama-tama akan mendengarkan apa
pendapatnya secara saksama, kemudian menanyakan padanya bagaimana dia
akan menangani masalah tersebut. Jika dia tidak tahu secara pasti,
barulah kemudian saya memberinya saran. Dengan cara ini, dia tahu bahwa
saya menghormatinya dan bersedia untuk mendiskusikan masalahnya dengan
penuh kepercayaan. Kepercayaan ini terbentuk karena rasa hormat yang
saya tunjukkan terhadap anak saya, dan itulah bagaimana cara saya
menjadi sahabat yang dapat diandalkan.
Setiap orang berkeinginan untuk diberi rasa hormat,
termasuk anak-anak! Guru mengajarkan kita untuk “menjadi sahabat
anak-anak kita”. Untuk menjadi sahabat anak-anak, kita harus
menghormati mereka. Pada saat mereka merasa diperlakukan dengan rasa
hormat, mereka akan diingatkan akan Hakikat Ketuhanan mereka sendiri
dan secara alamiah akan berusaha untuk bertingkah laku berdasarkan
kualitas yang mulia, kualitas baik tersebut dan bertanggung jawab atas
tingkah laku mereka. 
|
|
|
|
Beritahu
teman tentang artikel ini
|
