Email Artikel ini ke Teman Anda
 |
 |
11
September 2009
Ribuan orang diungsikan saat hujan menggenangi Filipina
Baru sebulan setelah ditimpa
Topan Morakot, 100.000 orang Filipina telah menjadi korban dan
sedikitnya enam orang meninggal akibat badai tropis Labuyo dan
Maring yang hebat.
Beberapa daerah di Provinsi
Zambales di bagian tengah negeri ini terendam air banjir sedalam
enam kaki dimana 1.200 rumah rusak dan 2.000 keluarga
diungsikan. Di Kota Olongapo saja, 70.000 penduduk menjadi
korban, sedangkan di daerah metropolitan Manila, 16 dari 32 desa
Valenzula terendam karena hujan deras dan meluapnya Sungai
Meycauayan.
Pusat Pengendalian Bencana
Filipina, para pejabat lainnya, Palang Merah Nasional, serta
banyak perusahaan swasta telah memberi tanggapan dengan mengirim
personel untuk membantu usaha penyelamatan dan bantuan, dengan
beberapa menyumbang bahan bangunan untuk membantu pembangunan
kembali.
Maha Guru Ching Hai segera
merespons dengan menjanjikan US$20.000 dan meminta anggota
Asosiasi lokal kami untuk pergi dan membantu korban yang paling
parah dan keluarga yang kehilangan seraya ia menyampaikan rasa
duka dan doa-doanya. Sumbangan itu dapat membeli kebutuhan
darurat senilai US$284.000 jika diperoleh di Amerika Serikat,
berdasarkan biaya hidup di Filipina
Kami berterima kasih kepada
Pusat Pengendalian Bencana, Palang Merah Nasional, dan semua
personel bantuan lainnya atas usaha Anda untuk meredakan situasi
bencana. Apresiasi kami kepada Maha Guru Ching Hai atas
bantuannya yang tanpa pamrih yang diberikan kepada mereka yang
paling membutuhkan. Kami sampaikan rasa simpati kepada nyawa yang
hilang akibat badai ini seraya kami berdoa agar rakyat Filipina
cepat pulih ke kestabilan hidup mereka yang normal. Semoga cuaca
ekstrem seperti ini mereda melalui kepedulian kita yang
meningkat satu sama lain dan terhadap planet ini.
http://www.philstar.com/Article.aspx?articleId=503262&publicationSubCategoryId=130
http://www.gmanews.tv/story/171762/floods-affect-70000-olongapo-residents
http://www.gmanews.tv/story/171800/zambales-dike-breached-anew-by-rains-2000-families-evacuated
http://www.reliefweb.int/rw/rwb.nsf/db900SID/AHHD-7VPPXK?OpenDocument
http://www.reliefweb.int/rw/rwb.nsf/db900sid/SNAA-7VQ8H9?OpenDocument
http://www.gmanews.tv/story/171935/maring-leaves-5-dead-4-missing-ndcc
http://www.philstar.com/Article.aspx?articleId=503917&publicationSubCategoryId=63
Gempa kembali mengguncang Indonesia
Pada hari Rabu, Pulau
Sulawesi di Indonesia diguncang oleh gempa berkekuatan 6,0.
Ratusan rumah dan kantor mengalami kerusakan,
dan banyak orang melarikan diri dari gedung. Rumah-rumah sakit
dipenuhi orang yang terluka.
Sementara itu, jumlah
kematian akibat gempa minggu lalu yang berkekuatan 7,3 telah
naik menjadi 80, serta hampir 200.000 warga mengungsi dan
150.000 bangunan rusak. Pemerintah Indonesia telah mengirim tim
medis dan penyelamat ke daerah bencana.
Setelah mendengar tentang
gempa pada 2 September, Maha Guru Ching Hai segera menawarkan
US$10.000 kepada anggota Asosiasi lokal kami untuk membantu
mereka yang paling membutuhkan.
Pada tanggal 10 September,
Guru menyampaikan doa-doa dan kasihnya, ia menjanjikan tambahan
US$15.000 dan meminta agar anggota Asosiasi kami mengorganisir
beberapa barang penting bagi orang yang terabaikan atau putus
asa, meminta mereka untuk menghibur orang-orang itu selama masa
trauma dan penderitaan mereka. Total sumbangan US$25.000 dapat
dibelikan kebutuhan darurat senilai US$301.000 jika dibeli di
Amerika Serikat, berdasarkan biaya hidup di Indonesia.
Terima kasih kami,
pemerintah Indonesia dan semua personel atas respons cepat Anda
terhadap bencana ini. Kami juga berterima kasih atas kepedulian
kasih Maha Guru Ching Hai kepada para korban. Kami
berbelasungkawa bagi korban yang meninggal seraya berdoa untuk
perlindungan mereka yang tertimpa bencana. Semoga gangguan
seperti ini berkurang sembari kita berjuang untuk memandang
dengan lebih lembut semua makhluk di dalam ekosfer.
http://www.desastres.org/noticias.php?id=10092009-17
http://www.tempointeractive.com/hg/nasional/2009/09/09/brk,20090909-197122,uk.html
http://news.xinhuanet.com/english/2009-09/09/content_12018393.htm
http://www.spa.gov.sa/English/details.php?id=699202
http://www.thejakartapost.com/news/2009/09/09/a-6scale-eathquake-jolts-c-sulawesi.html
http://www.thejakartapost.com/news/2009/09/09/a-6scale-eathquake-jolts-c-sulawesi.html
Berita
Terbaru Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai dari Formosa
(Taiwan)
Banjir parah dan lumpur
longsor akibat mendaratnya Topan Morakot pada tanggal 7 Agustus
membuat desa terkubur, masyarakat terjebak, dan lebih dari 600
orang tewas.
Untuk menyatakan rasa duka
dan kasihnya, Maha Guru Ching Hai menyumbang US$30.000 pada
tanggal 8 Agustus untuk bantuan dan lebih banyak lagi jika
diperlukan. Beliau meminta agar para
anggota Asosiasi Formosa kami memberi bantuan secara
terus-menerus kapan pun diperlukan.
Mereka melakukan usaha pertolongan dengan membayar biaya mereka sendiri
dan menyumbang sejumlah US$153.000 dari dana mereka sendiri
hingga kini.
Sekolah Dasar Taihe Kotapraja Meishan di daerah
Chiayi yang bergunung-gunung adalah salah satu yang paling menderita
karena dibanjiri oleh lumpur. Sebagai bagian dari seluruh usaha mereka, tim bantuan Asosiasi
kami mengorganisir 9 mobil dengan penggerak empat roda untuk
mengantar sebuah generator, buku, bahan bakar, dan barang
kesehatan ke sekolah itu.
Wakil Supervisor Urusan Akademi Bapak
Zhuang Sheng-Quan menyatakan rasa syukurnya dengan berkata bahwa
sekolah itu juga telah menerima brosur SOS dari Asosiasi kami dengan
informasi tentang solusi vegan untuk pemanasan global.
Mr. Zhuang Sheng-Quan, Wakil Supervisor Urusan Akademik dari
Sekolah Dasar
Taihe (L): Sehubungan dengan krisis
pemanasan global, kami telah meningkatkan kesadaran para
murid kami. Kami fokus pada daur ulang dan menganjurkan pola
makan
vegetarian.
PEMBICARA: Ketika menilai situasi bencana, para anggota Asosiasi
kami juga menghadiri konferensi pers tentang Topan Morakot. Di
sana, Presiden Formosa Ma Ying-jeou berbicara tentang usaha
pemerintah untuk melindungi warga dalam peristiwa bencana
terkait iklim yang serupa.
President Ma Ying-jeou – Formosa (L): Sekarang, sebagai
akibat dari perubahan iklim, bencana seperti Morakot tidak
begitu luar biasa. Jadi, kita harus bersiap-siap untuk hal terburuk.
Kami sedang membuat konsep perundang-undangan yang disebut Undang
Undang
Perencanaan Tanah Air, yang akan membagi negeri ini menjadi
wilayah yang berbeda. Beberapa mungkin harus diungsikan. Ini
adalah hal yang sangat sulit di negeri ini, tapi kami
mencantumkan banyak kepentingan untuk faktor pemanasan global.
PEMBICARA: Kami menghargai prakarsa Presiden Ma Ying-jeou untuk
memastikan kesejahteraan dari semua rakyat Formosa. Rasa syukur
kami juga atas kepedulian sepenuh hati dari Maha Guru Ching Hai
kepada mereka yang membutuhkan dan juga kepada tim bantuan
Asosiasi kami atas usaha penuh pengabdian mereka. Dengan berkat
dari Sang Pemberi, semoga dunia kita terbebaskan dari tragedi
potensial seperti ini seiring lebih banyak orang beralih ke cara
yang lebih ramah dan sadar lingkungan.
Email Artikel ini ke Teman Anda
 |
 |